Powered by Blogger.

Translate

Flag Counter

Blogroll

BEDOUINS OF BANTEN-INDONESIA(SUKU BADUY)

Bedouins / Bedouin is a sub-group of indigenous peoples in Indonesia Sundanese, and they are one of the groups that implement isolation from the outside world.

MT. PULOSARI OF PANDEGLANG-INDONESIA

volcano in Pandeglang, Banten, Indonesia. Although no data eruptions that have occurred, but there is fumaroles activity that occurs in the caldera wall with a depth of 300 meters.A height of 1.346 meters (4.416 feet).

SHARK TEETH BEACH OF LAMPUNG - INDONESI

Taper-shaped cluster of rocks scattered among the waves. The shape resembles a shark's teeth are pointy so called Shark Tooth Beach.This beach is a hidden paradise for its beauty sneak in isolated locations and not many visitors.

KARANGANTU COASTAL FISHING PORT BANTEN - INDONESIA

Karangantu port is the second largest port after port of Sunda Kelapa in Jayakarta said Tom Pires, a merchant who also pharmacists from Portugal.It is recorded in the book "Understanding of Historical and Archeological City of Banten Lama" by Uka Tjandrasasmita, Hasan M Ambary, and Hawany Michrob..

MY ADVENTURE

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Search This Blog

Tuesday, 14 July 2015

DO'A HATIKU

Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu...

Karena bagiku,Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?

Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?
Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?

Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang,bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?

kutautkan selalu sgala do'a dalam Istikharahku pada-Nya,,bahwa kelak akan ku dipertemukan-Nya denganmu , yang cara-Nya kadang tidak aku suka, tiada aku duga, dan tak pernah terlintas dalam benakku.semuanya mengantar seribu tanya yang tak pernah mampu kujawab,,,,,





Dirimu adalah...Sebuah sketsa wajah yang belum tergambar...
Sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai...
Sebuah misteri yang masih berada dalam genggaman kuasa-Nya..

Menanti hadirnya dirimu membuatku banyak belajar...

Belajar tentang kesendirian...Bahwa kesendirian bukanlah sesuatu yang memalukan...Karena kesendirian membuatku lebih terjaga...
Karena kesendirian membuatku semakin mengenal dan mencintai-Nya...

Belajar tentang kebersamaan...Bahwa kebersamaan yang kini ku rasakan pasti akan berlalu suatu saat nanti...Karena kebersamaanku dengan orang tuaku,teman-temanku dan orang-orang yang ku cintai juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya...

Belajar tentang cinta...Bahwa cinta-Nya adalah cinta yang teragung...Karena cinta-Nya aku masih berada disini sampai detik ini...Karena cinta-Nya pula kelak kita akan dipertemukan... Insya Allah

Belajar tentang kesabaran...Sabar itu seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih...Laksana tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit

Meskipun,aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya PERNIKAHAN yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan di karuniakan untukku..
 

WONDER OF WORLD

World Of Wonders (WOW) merupakan salah satu Theme Park yang terletakdi Perumahan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Citra Raya merupakan perumahan yang dibangun oleh pengembang Ciputra Group. Selain theme park World of Wonders, Citra Raya juga membangun Citra Raya Water World sebagai sarana permainan air.

World of Wonders merupakan wahana hiburan dan pendidikan keluarga. Dalam area WOW terdapat miniatur 7 kejaiban dunia seperti : Stonehenge, Colosseum, Sphinx Agung, Tembok Raksasa Cina, Candi Borobodur, Candi Prambanan, Piramida Mesir, dan Menara Miring Pisa.

Terdapat 17 permainan dalam area World of Wonders diantaranya : Mobile Gladiator, Bioskop 4D, Gasing Alexandria, Rumah Angker, Taman Lampion, Kuda Ria, Puntar Puntir, Kebat Kebit, Ayunan Kaisar, Kereta Minoan, Kincir Jurrasic, Perahu Liberty, Perahu Tembak, Sepeda Layang, Paralayang, Katak Kejut, dan Keliling Dunia.

Harga tiket World of Wonders bervariasi. Untuk harga tiket masuk (htm) terusan, hari senin-kamis Rp.55000/orang dan hari jumat-minggu Rp.65000/orang. Sedangkan harga htm reguler, hari senin-kamis Rp.20000/orang dan hari jumat-minggu Rp.25000/orang. Beda tiket terusan dengan reguler adalah untuk yang membeli tiket terusan bisa menaiki semua wahana permainan yang ada, tetapi tetap dibatasi setiap wahana permainan hanya boleh dinaiki 2 kali/orang. Yang membeli tiket reguler hanya bisa menaiki 1 wahana permainan, apabila ingin menaiki wahana lainnya harus membeli tiket wahana yang harganya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp.15.000 tergantung jenis permainannya. Jadi, bagi anda yang hanya menemani anaka-anak anda bermain, ya sebaiknya beli tiket reguler aja.

Jam buka rekreasi World of Wonders untuk hari senin-jumat jam 11.00-19.000 dan hari sabtu-minggu jam 09.00-20.000. Bagi anda yang ingin berkunjung dalam bentuk group atau kolektif bisa menghubungi marketing office di : (021) 29003655 - 5961820.






Monday, 6 July 2015

PEACE ZONE-MT.GEDE ( 2.958 mdpl)


Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau  jaawa indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup taman nasional gede pangrango yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun  1980 Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten  Bogor,  Cianjur dan Sukabumi dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan  Cipanas


Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia,

Gunung Gede mempunyai keadaan alam yang khas dan unik, hal ini menjadikan Gunung Gede sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. Gunung Gede maupun kawasan Taman Nasional Gede Pangrango juga merupakan objek wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun internasional.

Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Gede Pangrango bisa ditempuh melalui rute Jakarta-Bogor-Cibodas dengan waktu sekitar 2,5 jam (± 100 km) menggunakan mobil, Puncak dan Kawah Gunung Gede. Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik dan pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari Cibodas.
Pendaftaran untuk pendakian Gunung Gede-Pangrango dilakukan minimal 30 hari sebelum pendakian. Booking online bisa dilakukan via website resmi TNGGP di http://booking.gedepangrango.org.

Start awal pendakian kita harus melakukan registari ulang pada pos pendaftaran. Jangan lupa cek kelengkapan dan jangan sepelekan keselamatan diri, bawalah peralatan yang lengkap dan aman. Dan patuhi semua peraturan yang diberlakukan.
Perjalanan awal akan banyak didominasi oleh trek batu yang sudah disusun. Karena pada pendakian awal adalah jalur wisata maka jangan heran jika banyak wisatawan yang bergandengan tangan bolak balik. Mereka biasanya mengunjungi Wisata Telaga Biru dan Air Terjun Cibeureum.

30 menit perjalanan awal kita akan bertemu dengan sumber air atau telaga kecil yang dinamakan “Telaga Biru“. Biru karena warna airnya kebiru-biruann, efek dari gangga yang ada di dasar dan pinggiran telaga. Dalam perjalanan awal ini kita akan banyak menjumpai aliran air.

Dari Telaga Biru lalu perjalanan dilanjutkan menuju Rawa Panyangcangan. Cukup 20 menit saja karena jaraknya dekat. Di sini ada sebuah rawa yang dinamakan “Panyangcangan”. Dan Pos Rawa Panyangcangan ini juga menjadi percabangan untuk menuju gunung Gede-Pangrango dan air terjun Cibeureum. Selanjutnya dari percabangan Rawa Panyangcangan kita akan melewati jalan Rawa yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman untuk dilalui. Jalan tersebut dibuat dari beton. Selanjutnya akan melewati pos-pos yang sama dan selepas dari jalan rawa kita akan bertemu dengan jalan bebatuan dan mulai terjal, menanjak, memutar, dan melelahkan yang pasti. Mulai dari sini perlajanan naik gunung sebenarnya dimulai.


Setelah 2 jam-an perjalanan selepas dari Rawa Denok sampailah kita pada Air Panas. Di Pos Air Panas ini adalah sebuah jalan menembus aliran air panas dari puncak gunung Gede. Trek yang akan kita lalui sangat ekstrim dan harus sangat hati-hati karena kita akan berjalan di atas aliran air panas yang sempit dan hanya berpegangan dengan seutas tali dan di  bawah aliran tersebut adalah jurang yang curam.
Setelah melewati jalan air panas tersebut kita akan bertemu dengan shelter atau tempat istirahat dan di sana ada kolam kecil air panas, kita bisa berendam kaki di sana. Rasanya luar biasa!

 






    Selanjutnya perjalanan menuju Kandang Batu memakan waktu 1jam. Pos Kandang Batu adalah tempat yang cukup luas mampu menampung beberapa tenda. Selanjutnya, dekat dari Kandang Batu kita akan bertemu dengan Air Terjun Panca Weuleuh. Aliran air kecil

Selanjutnya 1jam perjalanan lagi kita akan sampai di Pos Kandang Badak. Nah, si pos inilah menjadi pos paling favorit para pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Di Pos Kandang Badak ini sangat berlimpah sumber air, ada tempat yang dibuat khusus seperti galon air untuk menampung air dari gunung. Di pos ini bisa menampung sampai puluhan tenda.
Nah, perjalanan mendaki puncak dari Kandang Badak cukup memakan waktu yang lama. Yakni 2jam perjalanan masing-masing, menuju puncak gunung Gede atau puncak gunung Pangrango. Nanti kita akan bertemu dengan percabangannya, kiri untuk puncak Gede, kanan untuk puncak Pangrango.
Dalam perjalanan menuju puncak Gede kita akan bertemu dengan jalan yang bercabang, satu jalan memutar, satunya lagi jalan via tanjakan yang sangat ekstrim dinamakan “tanjakan Setan”. Jika ingin dua-duanya kita bisa melalui jalur pertama saat berangkat, pulangnya bisa via jalur Tanjakan Setan.

kita kalkulasikan semua waktu perjalanan,
Pos Pendaftaran – Tarentong (15 menit)
Tarentong – Telaga Biru (15 menit)
Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)
Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (10 menit)
Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan
Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas= 2jam 15menit)
Air Panas – Kandang Batu (1jam)
Kandang Batu – Panca Weuleuh (10 menit)
Panca Weuleuh – Kandang Badak (1jam)
Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2jam)
Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango (2jam)
TOTAL= 7jam 35menit (sampai puncak Gede, di luar istirahat dan bermalam). Untuk turun kembali lalu dilanjutkan ke puncak Pangrango jadi totalnya= 9jam 35menit.
Nah, untuk perjalanan turun gunung rata-rata mencapai 4-5jam-an saja.





PUNCAK GUNUNG GEDE

PUNCAK GUNUNG GEDE

PUNCAK GUNUNG GEDE

PUNCAK GUNUNG GEDE
PUNCAK GUNUNG GEDE
PUNCAK GUNUNG GEDE


EVIE TAMALA LIRIK LAGU SUNDA DAN VIDEO - TUNGGARA

Lagu berbahasa Sunda ini menceritakan kemalangan,kesedihan seorang wanita yang ditinggalkan kekasihnya akibat diingkari cintanya.Janji setia tidak berlaku lagi dalam cintanya.Pengkhianatan seorang lelaki memberi duka yang sangat mendalam (Tunggara).

Kasaha, nyalindung
nandang gumuyung
gering ngalanglayung
kasaha, abdi muntang
diri nunggelis, hirup nyorangan

Cuang cieung, abi keueung
gupuy gapay, taya pamuntangan
cuang cieung abdi keueung
takdir diri
pinanggih kapeurih

Engkang rek saati
engkang rek satia
engkang jalir jangji
luas bibilasan

Engkang bade bela
engkang bade nyaah
engkang nu sulaya
tega pepegatan

Cinta engkang saliwatan
asih engkang ukur pupulasan
cinta engkang luncat mulang
asih engkang nu mawa tunggara


ini untuk videonya 






Friday, 19 June 2015

KARANGANTU COASTAL FISHING PORT (PELABUHAN IKAN KARANGANTU)

Pada abad 16, pelabuhan ini menjadi tempat persinggahan para pedagang sebelum melanjutkan perjalanan ke benua Australia. Bahkan, Belanda saat pertama kali masuk ke Pulau Jawa pada tahun 1596 memakai jasa pelabuhan ini untuk berlabuh.
Masih dari buku yang sama, disebutkan Gubernur Belanda Jan Piterzoon Coen pernah membuat catatan soal perahu Tiongkok yang membawa barang senilai 300.000 real di Karangantu.
Pelabuhan Karangantu tidak hanya tercatat dalam buku, namun peninggalan barang berharga yang pernah diperjualbelikan dapat dilihat di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.
Nama Karangantu sendiri menurut mitos yang beredar di masyarakat lahir karena saat itu ada seorang Belanda yang membawa guci berisikan hantu. Hingga suatu hari guci itu pecah dan hantu yang di dalamnya keluar. Mulai saat itulah pelabuhan yang telah berganti menjadi kampung nelayan ini diberi nama Pelabuhan Karangantu


Menurut Cornelis de Houtman asal Belanda pada tahun 1596 Banten disebut Kota Pelabuhan dan Perdagangan yang sama besar dengan Kota di Amsterdam saat itu, sama pula yang diungkapkan oleh Vincent Leblanc asal Perancis waktu tiba di Banten pada abad 16. Untuk itu Banten merupakan pelabuhan yang penting bila dilihat dari sudut geografi dan ekonomi karena letaknya yang strategis dalam penguasaan Selat Sunda. Kejatuhan Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 menyebabkan para pedagang muslim enggan untuk melalui Selat Malaka. Para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat mengalihkan jalur perdagangan ke Selat Sunda, sehingga mereka pun singgah di Karangantu. Sejak itu, perlahan tapi pasti, Karangantu menjadi pusat perdagangan Internasional yang banyak disinggahi oleh para pedagang dari Benua Asia, Afrika dan Eropa. Dapat dibayangkan betapa besar dan ramainya Bandar Karangantu saat itu. Karangantu sendiri terletak tidak jauh dari objek-objek wisata di Banten lainnya seperti Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, dan lain-lain di Kecamatan Kasemen, Serang – Banten.

Saat ini Karangantu hanya sebuah pelabuhan kecil yang sama sekali tidak menunjukkan bukti-bukti kebesarannya di masa lalu, sebaliknya pelabuhan yang pernah dijuluki sebagai ”Singapore-nya Banten” ini. Sampai sekarang pelabuhan ini masih dimanfaatkan untuk pelabuhan dan pusat perdagangan ikan, khususnya untuki daerah Serang sendiri. Pada tahun 1991 pelabuhan ini pernah dikeruk agar kapal-kapal yang bertonase besar dapat masuk.
Meskipun kondisi objek bersejarah ini kurang optimal, akan tetapi Pelabuhan Karangantu memiliki kharisma tersendiri. Karena Pelabuhan Karangantu merupakan salah satu pelabuhan yang sangat terkenal pada zaman kejayaannya, bahkan para bangsa Barat pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara berawal dari tempat ini. Oleh karenanya, Pelabuhan Karangantu dapat dibilang sebagai salah satu titik awal perkembangan peradaban di Indonesia. Selain itu, di pelabuhan ini pada setiap Bulan Oktober atau November setiap tahunnya diselenggarakan Pesta Ruat Laut.
Kalau kita tengok sejarah, Pelabuhan Karangantu bukanlah sembarang pelabuhan. Dahulu kala tempat ini merupakan Bandar besar bertaraf internasional. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan tertua di Banten menggantikan peran Sunda Kelapa sebagai pelabuhan terbesar di pantai utara Jawa sebelumnya. Pada waktu itu banyak kapal dagang datang dari negara lain seperti Persia, China, Arab, Portugis, Inggris bahkan Belanda datang pertama kali ke pulau Jawa pada tahun 1596 melalui pelabuhan ini juga. Pada abad XVI-XVII Banten merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang cukup besar di Asia Tenggara. Jadi dengan latar belakang sejarah besar tersebut seharusnya kita mempunyai kewajiban untuk menjaga agar pelabuhan ini tetap besar atau paling tidak kita harus menjaganya agar kondisinya terawat dan tertata dengan baik.
 
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemprov Banten membahas tindaklanjut pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Pasalnya, setelah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Karangantu ditingkatkan statusnya menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara hingga saat ini infrastruktur dan prasarana dan sarana penunjang pelabuhan tersebut belum terpenuhi.
Pembahasan pengembangan pelabuhan perikanan Nusantara Karangantu itu dilakukan antara Menteri Keluatan dan Perikanan  RI Syariep Cicip Sutardjo dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di kantor KKP RI di Jakarta, Kamis, (2/2). Dalam pertemuan itu, Gubernur Banten didampingi Asda II Pemprov Banten HM Shaleh MT dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Suyitno.
 Pelabuhan Perikanan Karangantu tersebut nantinya akan berperan sebagai pusat pengembangan usaha perikanan dan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan. Sedangkan untuk pengembangan PPN Karangantu saat ini Pemprov Banten sudah mempersiapkan lahan yang dihibahkan kepada KKP seluas 6.640 meter persegi.  Lahan tersebut nantinya diperuntukkan pengembangan wilayah laut, nantinya laut akan di reklamasi untuk dilebarkan, kemudian lahan itu juga akan dibuat kolam untuk daratan,



Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Suyitno mengatakan, Pelabuhan Perikanan Nusantara Karngantu itu akan dijadikan sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Banten dan akan dilengkapi fasiitas  dan sarana penunjang lainnya. Hal ini sebagai upaya mewujudkan pelabuhan perikanan yang akan berperan sebagai pusat pengembangan usaha perikanan dan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan.
Pengembangan PPN Karangantu ini sudah ada masterplannya. Menurut rencana pembangunan infrastrukturnya akan dibangun , dan akan dilakukan selama tiga tahap dan secara berkelanjutan,



 tahap I pengembangan PPN Karangantu ini  akan dilakukan mulai tahun 2012 hingga 2016.  Untuk pengembangan pembangunan tahap I akan dilakukan untuk Pengerukan alur perairan laut, pembuatan alur sungai dan rehab drainase. Pengembangan pelabuhan ini dananya akan berumber dari dana APBN, menurut informasi.
  kemudian, pengambangan tahap II dilakukan mulai tahun 2017 hingga 2025. Di mana pengembangan pembangunan pada tahap ke dua ini akan dibangun dermaga labuh untuk kapal-kapal besar yang akan bersandar, weater  pondasi, dan fasilitas lainnya. Sedangkan pada tahap III, dilengkapi fasilitas pokok, fasilitas funsional dan fasilitas penunjang lainnya. Diantaranya adalah kantor pelabuhan, poli klinik, laboratorium perikanan, dan lapangan olahraga, pabrik es, dan pasar ikan,

 semoga saja rencana ini agar cepat terealisasi dengan dukungan semua pihak dari berbagai lapisan dan juga dari ijin dan restu Tuhan YME. amiien,,








            -------SALAM LESTARI------